Labels

Selasa, 04 Februari 2014

Surat seribu tahun.

Hai, sayang. Terima kasih udah mau baca surat ini. Surat ini, surat yang aku tulis beberapa tahun lalu. Bukan untuk menyombongkan diri kalau aku punya kamu. Tapi untuk mereka tahu, bahwa jika kita memiliki cinta yang saling mengerti. Itu cukup untuk membuat kita abadi. Salah satu cara menuju keabadian, dengan aku tuliskan surat ini. Selamat membaca, my future wife. :')



Begini isi suratnya :
Hallo sayang. Apa kabar ?? eh, aku ngapain nanya kabar ya, kamu pasti sehat kalau lagi baca surat ini.


Oh iya sayang, aku lupa. Assalamualaikum. Keselamatan selalu beserta kita. 


Sayang, aku minta maaf nggak bisa menjaga janji kalau kamu akan aku ajak tinggal di luar negeri. Malah aku ikut hidup di rumah kamu. Aku hanya bisa mengajak kamu untuk travelling bareng bersama keluar maupun dalam negeri. 


Norwegia, Ekuador, Paris, London, Milan, Green Canyon, Singapur, New york, Dubai, Marroko, Australia, Thailand, India, Jepang, Yordania, Skotlandia, California, Selandia Baru, Turki, Yunani, Dan masih banyak lagi. 


Setiap perjalanan, aku abadikan dengan tulisan. Ketika anak-cucu kita membacanya, akan harap muncul keinginan untuk bisa menyayangi makhluk hidup dan semua ciptaan Tuhan.


Seluas semesta, aku bersyukur dalam hati kalau takdir ku hidup bersama kamu.


Aku jadi ingat dahulu, Saat aku masih menjadi seorang blogger yang hanya memiliki ratusan, bahkan jutaan mimpi yang harus aku wujudkan. Kamulah manusia pertama yang meng-amin-kan semua mimpi itu.



Dulu, Aku ditinggal lulus oleh teman-teman ku. Karena aku harus menjalani dua kehidupan yang berbeda. Pertama, sebagai Seorang mahasiswa yang harus lulus. Dan kedua, sebagai seorang tulang punggung keluarga yang harus bantu keuangan di rumah.

Hidup yang sulit seakan ingin terus bersama ku. Memaksaku untuk mengunci diri dan meratapi hidup yang sulit.


Tapi, Aku masih punya kamu. Kamu yang masih mau menunggu ku untuk lulus di waktu yang tepat. Meski usiamu semakin menua.

Aku sedih sekaligus bangga memiliki kamu. Aku sedih karena kamu harus terpaksa memasang senyum kuat. Aku bangga akan kamu yang tidak pernah malu memiliki aku. Seorang pemuda yang memiliki tingkat ekonomi rendah dan juga belum lulus kuliah. Apalagi masa depan yang cerah.



Kamu bilang, "Semangat !!!"



Meski hanya satu kata, kata  itu kamu ucapkan terus secara berulang-ulang kala aku mengeluh lelah dan hampir putus asa. 


Setelah mendengar kata itu, aku seakan mampu melihat masa depan. Bahwa sebentar lagi, perjalanan aku hampir sampai. Rasa lelah yang aku rasakan, segera terganti dengan harapan. Bahwa kebahagiaan akan datang. Pasti.


Aku terus menulis, Membuat orang terhibur dan juga berpikir ulang. Bahwa hidup, bukan untuk khawatir. Melainkan untuk memiliki harapan. Hidup bukan untuk berhenti melangkah, Melainkan melangkah untuk setiap bagian hidup yang baru.



Sayang, Meski kamu cerewet tingkat ibu pedagang pasar senen. Aku mau bilang, Aku sayang kamu. 

Sayang, Ibu ku Sekarang sudah bahagia tinggal di rumahnya sendiri beserta keluarga besarnya. Ia merelakan anak laki-lakinya menjadi pendamping anak orang yang sama sekali tidak ia kenal sebelumya. Ia mendoakan kita untuk memiliki kehidupan yang sejahtera. Dan Alhamdulillah, we are in joy and happines now. 


Aku masih seperti dulu, Seorang penulis. Seorang pengagum seni. Seorang penyayang yang terus berupaya untuk bisa tidur paling akhir. 

Sayang, Aku sayang kamu.


Hal-hal gila yang dulu aku lakukan hanya untuk membahagiakan kamu. Calon ibu dari anak-anak ku.


Meminjam motor orang untuk menjemput mu pulang kerja. Meminjam uang untuk membeli setangkai bunga mawar. Berjalan pulang hingga larut malam. Bahkan menginap di bangku halte pinggir jalan pun aku lakukan. Karena aku, sayang kamu.



"Ah, memang terkadang cinta itu buta. Buta untuk melihat perbedaan yang sering kali jadi penghalang untuk saling sayang."

Sayang, Ku sudahi dulu surat ini. Semoga saja, Surat ini bisa di baca semua orang yang tidak memiliki kasih sayang. Agar mereka tahu, bahwa rasa sayang itu muncul bukan untuk hal yang percuma.

Peluk super dari aku, 

Blogger Super. 




Source images :  http://makehimadoreyou.com/

1 komentar:

  1. Terlalu puitis untuk diungkapkan secara langsung. Bener-bener ditulis dari hati yang bersemangat dan penuh harapan. Passion and determination. Life for learning, learning from life. Just one word: awesome.

    BalasHapus